Senin, 11 Februari 2013

10 jenis umbi-umbian


Di bawah ini adalah 10 jenis tanaman umbi-umbian,untuk gambarnya silakan cari masing-masing. boleh copy asalkan mencantumkan halaman web ini.
Ganyong(canna edulis ker) adalah tanaman umbi-umbian yang termasuk tanaman dwi tahunan(2 musim), hanya saja dari tahun ke tahun berikutnya mengalami masa istirahat. Daun-daunnya mengering lalu tanamannya hilang dari tanah. Pada musim hujan tunas akan keluar dari mata-mata umbi/rizhomanya. Tanaman ini berasal dari Amerika Selatan, tapi sekarang sudah banyak menyebar dari sabang sampai merauke. Ganyong ada dua macam yaitu ganyong merah dan putih.
Ganyong Merah 
­  Batang lebih besar 
­  Agak tahan kena sinar dan tahan kekeringan 
­  Sulit menghasilkan biji 
­  Hasil umbi basah lebih besar tapi kadar patinya rendah 
­  Umbi lazim dimakan segar (direbus) 
Ganyong Putih 
­  Lebih kecil dan pendek 
­  Kurang tahan kena sinar tetapi tahan kekeringan 
­ Selalu menghasilkan biji dan  bisa  diperbanyak menjadi anakan tanaman 
­  Hasil umbi basah lebih kecil, tapi kadar patinya tinggi 
­  Hanya lazim diambil patinya.
Ganyong cukup berpotensi sebagai sumber hidrat arang. Data Direktorat Gizi Depkes RI menyebutkan bahwa kandungan gizi Ganyong tiap 100 gram secara lengkap terdiri dari kalori 95,00 kal; protein 1,00 g; lemak 0,11 g; karbohidrat 22,60 g; kalsium 21,00 g; fosfor 70,00 g; zat besi 1,90 mg; vitamin B1 0,10 mg; vitamin C 10,00 mg; air 75,00 g. Oleh karena itu ubi ganyong dapat menyembuhkan beberapa penyakit seperti :
Panas dalam:
Umbi ganyong 30 g; Rimpang temu lawak 30 g; Air 700 ml, Direbus sampai mendidih selama 15 menit, Diminum hangat-hangat 2 kali sehari
Radang saluran kencing:
Umbi ganyong 40 g; Daun kumis kucing 30 g; Akar alang-alang 20 g; Air 600 ml, Direbus sampai mendidih selama 15 menit, Diminum hangat-hangat pagi dan sore
Bibit Ganyong dapat diperoleh lewat umbi atau anakan. Tradisinya lebih cenderung menggunakan bibit anakan. Setelah bibit siap, segera siapkan pula lahannya. Tanah dicangkul sedalam 30 cm sampai gembur, dan biarkan selama sekitar 15 hari. Setelah itu, dicangkul lagi sambil dibuatkan guludan-guludan, dengan ukuran lebar 40 – 60 cm, tinggi 25 – 30 cm, dan panjang disesuaikan kondisi lapangan. Jarak antar-guludan sekitar 10 – 100 cm. Buatkan lubang tanam sedalam 10 – 15 cm, dengan jarak-lubang biasanya 30 x 30 x 30 cm. Bibit anakan dimasukkan ke lubang tanam, lalu ditimbun dengan tanah.Setelah ditanam, lakukan perawatan dan pemeliharaan. Penyiangan dilakukan sebulan sekali, bersamaan dengan penggemburan tanah dan guludan. Di samping itu, lakukan juga pemupukan. Serangan hawa dan penyakit hampir-hampir tidak ada. Pasalnya, populasi dan penyebaran Ganyong masih terbatas.
Umbi ganyong memiliki banyak manfaat lain seperti Umbi yang dewasanya yang dapat dimakan dengan mengolahnya lebih dulu atau untuk diambil patinya. Sisa umbinya yang tertinggal setelah diambil patinya dapat digunakan sebagai kompos.Sementara pucuk dan tangkai daun muda dipakai untuk pakan ternak. Bunga daunnya yang cukup indah dimanfaatkan sebagai tanaman hias. Ganyong biasanya dikonsumsi sebagai camilan. Ganyong direbus, lalu dimakan. Rasanya pulen kemanis-manisan dan bergizi cukup tinggi, terutama kandungan karbohidratnya. Menurut produsen keripik ganyong dan tepung ganyong, pada dasarnya untuk pemasarannya tidak masalah. Barangkali karena tingkat persaingan belum tajam, sedangkan pertumbuhan konsumsinya terus bertahan. Malahan tak menutup kemungkinan, produk olahan Ganyong tersebut bisa diekspor. Umbi ganyong dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan bioetanol(bahan bakar kendaraan). Bioetanol umbi  ganyong dapat  meningkatkan nilai ekonomi umbi ganyong agar dapat lebih bermaanfaat bagi perekonomian. Umbi ganyong  tidak hanya dapat dimanfaatkan untuk dijadikan tepung saja, melainkan mampu didisversifikasikan menjadi bioetanol yang dapat mengurangi emisi gas buangan oleh energi fosil, sehingga lebih ramah lingkungan dan menaggulangi bencana global warming.

Suweg/porang(Amorphophallus campanulatus) dan masih berkerabat dekat dengan bunga bangkai raksasa, hanya saja suweg bentuknya lebih kecil. Batang tumbuhan suweg atau bunganya muncul begitu saja dari tanah.  Ketika bunganya mekar baunya busuk dan sering dikerubungi lalat hijau. Setelah benar-benar mekar, baunya akan hilang dan sangat indah untuk dinikmati. Suweg biasanya sedikit gatal.
Kelebihan umbi suweg adalah kandungan serat pangan, protein dan karbohidratnya yang cukup tinggi dengan kadar lemak yang rendah. Nilai Indeks Glikemik (IG) tepung umbi suweg tergolong rendah yaitu 42 sehingga dapat menekan kadar gula darah, dapat digunakan untuk terapi penderita diabetes mellitus. Konsumsi serat pangan dalam jumlah tinggi akan memberi pertahanan pada manusia terhadap timbulnya berbagai penyakit seperti kanker usus besar, divertikular, kardiovaskular, kegemukan, kolesterol tinggi dalam darah dan kencing manis. 
Suweg dapat hidup pada musim hujan. Perkembangbiakan tanaman suweg dan dapat dilakukan dengan cara generatif maupun vegetatif. Pada setiap kurun waktu empat tahun tanaman ini menghasilkan bunga yang kemudian menjadi buah dan biji. Satu tongkol buah dapat  menghasilkan 250 butir biji yang dapat digunakan sebagai bibit dengan cara disemaikan terlebih dahulu. Akan tetapi perkembangbiakan melalui biji  memerlukan waktu lama hingga membentuk tanaman baru. Perkembangbiakan dengan umbi dapat dilakukan menggunakan umbi yang besar dan kecil. Umbi katak yaitu umbi kecil yang muncul di ketiak daun dapat dikumpulkan, kemudian disimpan sehingga bila memasuki musim hujan dapat langsung ditanam pada lahan yang telah disiapkan
Manfaat suweg banyak sekali terutama dalam industri obat dan suplemen makanan, hal ini terutama karena sifat kimia tepung suweg sebagai pengental (thickening agent), gelling agent dan pengikat air. Glukomannan saat ini dijadikan suplemen pangan yang dikonsumsi penderita diabetes, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, sembelit, dan penurun berat badan. Di Jepang umbi diolah dengan cara dimasak dan dilumatkan untuk mendapatkan pati, kemudian dipadatkan menggunakan air kapur menjadi gel yang disebut ‘Konnyaku’, maupun olahan berbentuk lempengan nata de coco, dan shirataki (seperti mi). Kedua penganan tersebut merupakan menu utama yang disebut shabu-shabu. Shirataki dan konyaku dapat dikombinasikan dengan hidangan laut, daging, atau sayuran. Karena kemampuannya membersihkan saluran pencernaan tanpa bersifat laksatif, memiliki kandungan air tinggi serta rendah kalori, porang digunakan sebagai diet food di Amerika.  Manfaat lain porang adalah sebagai lem, film, penguat kertas, pembungkus kapsul, perekat 

Uwi(Discorea alata) adalah tumbuhan merambat yang dapat tumbuh mencapai 10 m. Daunnya berbentuk mata panah. Batangnya berduri. Setidaknya terdapat lima jenis uwi yang dikenal, yaitu: uwi wulung, uwi beras, uwi bangkulit, uwi jengking, dan uwi rondo sluku.
Para petani di Jawa, menyiasati karakter uwi lajer yang umbinya tumbuh  memanjang lurus ke bawah. Caranya dengan menaruh pecahan gentengatau batubata pada bagian bawah lubang tanam. Hingga umbi yang tumbuh akan membelok dan pelingkar-lingkar di atas lapisan pecahan genteng atau batu bata tersebut. Cara lain adalah, dengan menanamnya di pinggiran tebing terasering. Pada musim kemarau, saat uwi siap dipanen, mereka akan mengorek tebing tersebut tanpa pelu menggali. Hasilnya umbi yang tumbuh lurus memanjang lebih dari 1 m. Karena kerepotan-kerepotan inilah maka uwi lajer kurang mendapatkan perhatian untuk dibudidayakan secara massal. Padahal kandungan karbohidrat uwi lajer relatif lebih tinggi jika dibanding dengan uwi kelapa atau uwi jawa yang rasanya manis. Masyarakat akhirnya menyeleksi secara alam hanya uwi yang enak dengan produktivitas tinggi dan budidaya normal yang mereka kembangkan.
Benih yang digunakan bisa berupa umbi gantung atau potongan bagian pangkal dari umbi yang tumbuh dalam tanah. Semakin besar ukuran potongan tersebut, akan semakin besar pula hasil umbi yang akan diperoleh nantinya. Budidaya uwi yang dilakukan masyarakat tradisional, biasanya dengan menggali lubang pada bekas tanaman uwi sebelumnya. Lokasi penanaman biasanya berada di bawah tegakan pohon yang akan menjadi rambatan uwi. Ke dalam lubang tersebut diisi serasah (daun-daun kering). Potongan umbi yang habis dipanen langsung ditaruh dalam lubang tersebut dan kemudian ditimbun. Nanti apabila musim hujan tiba, potongan umbi itu akan bertunas dan menjadi tanaman baru.
Di desa-desa uwi dianggap sebagai sumber pangan minor, biasanya dipotong-potong lalu direbus dan dimakan bersama-sama teh atau kopi. Dapat pula dihaluskan lalu dijadikan isi bakpia. Di Filipina ia dimasak dengan gula dan dijadikan dessert atau selai yang dinamakan ube halaya. Uwi juga menjadi bahan baku utama dessert yang dinamakan halo-halo. Penggunaan masa kini bahkan dipakai sebagai komponen rasa bagi es krim, susu, kue tar, serta cake yang berharga tinggi.

 Gadung(Discorea hispida) tergolong tanaman umbi-umbian yang cukup populer walaupun kurang mendapat perhatian. Gadung menghasilkan umbi yang dapat dimakan, namun mengandung racun yang dapat mengakibatkan pusing dan muntah apabila kurang benar pengolahannya.
Umbi gadung dikenal sangat beracun. Umbi ini digunakan sebagai racun ikan atau mata panah. Sepotong umbi sebesar apel cukup untuk membunuh seorang pria dalam waktu 6 jam. Efek pertama berupa rasa tidak nyaman di tenggorokan, yang berangsur menjadi rasa terbakar, diikuti oleh pusing, muntah darah, rasa tercekik, mengantuk dan kelelahan. Meski demikian di Indonesia dan Cina, parutan umbi gadung ini digunakan untuk mengobati penyakit kusta tahap awal, kutil, kapalan dan mata ikan. Bersama dengan gadung cina (Smilax china L.), umbi gadung dipakai untuk mengobati luka-luka akibat sifilis. Di Thailand, irisan dari umbi gadung dioleskan untuk mengurangi kejang perut dan kolik, dan untuk menghilangkan nanah dari luka-luka. Di Filipina dan Cina, umbi ini digunakan untuk meringankan arthritis dan rematik, dan untuk membersihkan luka binatang yang dipenuhi belatung. Meskipun Umbi Gadung ini berbahaya apabila tidak mengetahui cara pengolahannya, ada banyak manfaat dan kegunaannya untuk pengobatan beberapa penyakit antara lain:
Keputihan, Kencing manis, Kusta, Mulas, Nyeri empedu, Nyeri haid, Radang kandung empedu, Rematik (nyeri persendian), Kapalan (obat luar).
Cara menanam umbi gadung sangat mudah kita bisa menggunakan batangnya ataupun buahnya untuk dijadikan bibit. Hal pertama yang dilakukan adalah menyiapkan tiang penyangga bagi tumbuhnya umbi, karena umbi ini hidupnya menjalar dan melilit melawan arah jarum jam. Potong 20-30 cm batang umbi kemudian tancapkan disebelah tiang yang sudah disediakan, cara lain adalah potong buah umbi gadung sesuai keinginan, semakin besar potongan semakin besar buah yang akan dihasilkan. kemudian tanam tapi jangan terlalu dalam jika terlalu dalam,buah akan busuk.
Karena kaya karbohidrat dan manfaat bagi kesehatan, umbi gadung sering diperjualbelikan sebagai pangan maupun obat-obatan herba, yang harganya puun cukup mahal. Hal ini bisa dijadikan sebagai sumber penghasilan bagi masyarakat. Namun di indonesia umbi gadung kurang diperhatikan, justru di negara-negara asinglah yang sering memanfaatkannya. Cara Pertama :Manfaat Umbi Gadung
§  Ambil umbi gadung secara hati­ hati agar tidak terluka
§  Potong  umbi  menjadi  beberapa  potong  dengan menggunakan pisau yang tajam.
§  Lumuri  luka  bekas  potongan  tersebut  dengan  abu  dapur, dan biarkan atau simpan selama 24 jam.
§  Kemudian  kupas  kulit  potongan  umbi  gadung  tersebut hingga bersih.
§  Cuci  potongan  gadung  yang  telah  dikupas  dalam  air mengalir.
§  Masukkan  potongan  umbi  gadung  ke  dalam  keranjang dan segera rendam dalam air garam selama 2 – 4 hari.
§  Angkatlah  dan  tiriskan  potongan­potongan  umbi  gadung tersebut dari air garam, lalu cuci dengan air gula.
§  Selanjutnya, jemur potongan­potongan  umbi  gadung  di bawah sinar matahari.
§  Ulangi perendaman dalam air garam, pencucian dengan air gula dan penjemuran hingga 2 ­ 3 kali agar racun dioscorin benar­benar hilang.
Cara Kedua :Manfaat Umbi Gadung
§  Kupas kulit umbi Gadung yang masih segar sehingga bersih.
§  Potong umbi gadung tipis­tipis, lalu lumuri dengan abu kayu (abu dapur)
§  Jemur umbi gadung yang telah dilumuri abu kayu tersebut hingga benar­benar kering.
§  Rendam umbi gadung tersebut dengan air bersih yang mengalir selama 3 – 4 hari.
§  Tiriskan umbi gadung tersebut, lalu cuci lagi dengan air garam.
§  Angkat dan jemur umbi gadung hingga benar­benar kering.
Untuk mendapatkan kepastian bahwa umbi gadung sudah tidak beracun, dapat dicobakan kepada ternak. Apabila ternak yang memakan umbi gadung tersebut tidak menunjukkan gejala apa­apa, berarti umbi gadung tersebut sudah tidak mengandung racun. Namun sebaliknya apabila ternak yang memakannya menunjukkan gejala pusing­pusing berarti umbi gadung tersebut masih mengandung racun, oleh karena itu prosesnya perlu diulang kembali mulai dari perendaman diair hingga terakhir.Manfaat Umbi Gadung

Kentang ireng/kentang kleci(Solenostemon rotundifolius) adalah umbi yang berupa kentang, kentang ini ukurannya lebih kecil lojong dan ada pula yang bulat dari pada kentang biasanya. Kentang ini kulitnya berwarna hitam, namun pada  beberapa jenis ada yang isinya juga berwarna hitam.
kentang kleci ternyata selain sebagai sumber karbohidrat, juga mengandung senyawa-senyawa antioksidan dan antiproliferasi (antiperbanyakan sel kanker) golongan triterpenic acid.

Perbanyakan bibit Kentang Hitam dilakukan dengan menggunakan stek batang berukuran 10 cm yang dibibitkan pada polibag yang berisi campuran tanah mineral dan kompos. Tanaman muda berumur 2 minggu dipindahkan ke lahan tanam yang telah disiapkan terlebih dahulu. Pada lahan tersebut disiapkan tiga blok yang dipisahkan dengan jarak antar blok 1 m dan jarak antar petak 0,5 m. Tiap blok terdiri atas 16 petak, setiap petak berukuran 2,0 m x 1,5 m dan satu petak berisi 12 tanaman. Sebagai pupuk dasar pupuk N dengan dosis 30 kg ha-1 yang diberikan 2 kali yaitu 1/3 saat tanam dan 2/3 pada saat empat minggu setelah tanam, 50 kg ha-1 P2O5 dan 60 kg ha-1 K2O. Setiap lobang tanam diberi pupuk kompos sampah organik kota sebanyak 0.5 kg dengan kandungan N, P, K, Ca, dan Mg berturut-turut 1.19, 0.63, 0.10, 0.10, dan 0.12 g kg-1. Panen dilakukan setelah umur tanaman mencapai 3 bulan setelah tanam.

Bagi masyarakat kentang kleci bisa dijadikan pengganti kentang biasa. Budidaya kentang kleci bisa memberikan keuntungan, karena kentang kleci sangat laku dipasaran,apalagi pasar internasional.

Akar garut/umbi Garut(Marantha arrundinacea) adalah suatu jenis herba, tegak, berumpun dan merupakan tanaman tahunan. Tinggi tanaman mencapai 0,5-1,5 m, dengan batang berdaun dan mempunyai percabangan menggarpu. Tanaman garut dapat tumbuh pada berbagai jenis tanah dan ketinggian tempat serta di bawah naungan. Tanaman ini berwarna putih, panjang mencapai 10-30 cm, diameter 2-5 cm dan dibungkus oleh daun-daun sisik yang berwarna kecoklatan.
Umbi garut termasuk tanaman umbi-umbian yang mempunyai kandungan protein cukup tinggi. Umbi garut mempunyai kandungan protein 2-5%, pati 10-20%, lemak 0,1-0,3% dan serat 1-3%.
Cara tanam umbi garut ada dua cara yaitu:
Perbanyakan dengan Umbi
Umbi yang masih utuh diambil ujungnya (beberapa ruas) untuk dijadikan benih dengan syarat mata tunas tidak terluka, kemudian dipotong setiap satu ruas dan disemaikan di tempat persemaian yang sudah disiapkan. Setelah 20-30 hari akan terbentuk 3-5 helai daun dan benih tersebut siap untuk ditanam di areal yang sudah tersedia.
Perbanyakan dengan Anakan
Pada umur 4 bulan setelah tanam batang induk akan membentuk anakan (rumpun). Untuk memperoleh anakan yang baik dibutuhkan perawatan pada tanaman induk. Untuk memperoleh benih anakan, pemisahan anakan dari batang induk sebaiknya dilakukan setelah jumlah anakan 3-5 atau batang induk telah mencapai umur 4-5 bulan setelah tanam.
 Persiapan Lahan
Persiapan lahan bertujuan untuk mengolah dan menggemburkan lahan (dengan kedalaman bajakan 20-30 cm) memperbaiki struktur tanah, memperbaiki aerasi tanah, memperbaiki sistem drainase serta membunuh sumber penyakit dalam tanah. Setelah pengolahan, dibuat bedengan dengan panjang 10 m, lebar 1 m dan tinggi 30 cm. Bedengan ini dapat menampung 35-40 batang.
 Tanaman garut juga dapat ditanam pada lahan yang tanpa diolah terlebih dulu. Caranya adalah dengan membuat lubang dengan ukuran 20 x 20 cm. Sebelum ditanam, lubang diberi dulu pupuk kandang. Jarak tanam yang dianjurkan adalah 40 x 40 cm.
 Penanaman
Tanaman Naungan Jenis tanaman naungan yang baik adalah tanaman yang berakar lunak, seperti pisang, pepaya, dsb. Tetapi tanaman garut juga dapat beradaptasi dengan tanaman keras/tahunan seperti karet, rambutan, kelapa sawit, jati, dsb.
 Jarak tanaman naungan berakar lunak (pisang, pepaya) 3 x 3 m, sehingga tanaman garut masih dapat menyerap sinar matahari 40-50%. Sedangkan jarak tanaman keras/tahunan tergantung pada kondisi di lapangan, terutama pada pertumbuhan akar tanaman keras/tahunan tersebut.
 Penanaman Lahan yang telah diolah atau tanpa olah dibuatkan lubang tanam 20 x 20 cm dengan jarak tanam 40 x 40 cm. Benih dari persemaian (telah berdaun 3-5 helai) dicabut, lalu ditanam dalam lubang yang telah disiapkan. Bila benih berasal dari anakan, maka jumlah daun dikurangi lebih dulu (dengan dipotong), lalu ditanam dalam lubang.
Umbinya mulai dapat dimakan saat umur tanaman 3-4 bulan. Tanaman garut banyak dikenal di seluruh Indonesia dengan beberapa nama lokal seperti lerut (Pekalongan), angkrik (Betawi), patat (Sunda), sagu (Ciamis dan Tasikmalaya), tarigu (Banten), sagu Belanda (Padang, Ambon dan Aceh) atau larut, pirut, kirut (Jawa Timur).Tepung pati garut dapat digunakan sebagai alternatif untuk pengganti atau substitusi tepung terigu sebagai bahan baku pembuatan kue, mie, roti kering, bubur bayi, makanan diet pengganti nasi, disamping digunakan di industri kimia, kosmetik, pupuk, gula cair dan obat-obatan. Tetapi pemanfaatan tepung garut masih menghadapi beberapa kendala, terutama pemasaran dan kontinuitas pasokan bahan baku.

Lobak(Raphanus sativus) adalah tanaman yang menyerupai wortel, tapi isi dan kulitnya berwarna putih. Tanaman lobak berasal dari negeri Cina, tapi, telah banyak diusahakan di Indonesia. Tanaman mudah ditanam baik di dataran rendah maupun tinggi (pegunungan).
Lobak dapat digunakan sebagai obat gangguan ginjal dan demam, bronkhitis, wasir, reumatik bahkan penetral racun rokok dalam tubuh.. Di samping itu, dapat pula menghasilkan lender dalam kerongkongan sehingga baik sekali untuk obat batuk. Lobak, terutama umbinya dapat dimakan mentah atau dibuat acar (asinan), tetapi umumnya dibuat sebagai campuran soto.
Lobak ditanam dari bijinya. Bibit lobak tidak perlu didatamgkan dari luar negeri (impor), cukup dari hasil biji sendiri karena tanaman ini mudah berbunga dan berbiji. Biji-biji tersebut dapat ditanam langsung di kebun tanpa disemai terlebih dulu. Untuk penanaman seluas 1 ha diperlukan biji sebanyak 5 kg.
Menurut teori, untuk lahan seluas 1 ha diperlukan 4 kg biji dengan daya kecambah 75%. Sebelum biji ditanam, lahan yang akan ditanami diolah terlebih dulu dengan dicangkul sedalam 30-40 cm, kemudian diberi pupuk kandang atau kompos 10 ton/ha. Setelah tanah diratakan, dibuat alur dengan jarak antaralur 30 cm.
Sebaiknya alur tersebut dibuat membujur dari arah barat ke timur agar sinar matahari masuk ke tanaman sebanyak-banyaknya. Selanjutnya biji-biji tersebut ditaburkan tipis merata sepanjang alur, kemudian ditutup tanah dengan tipis-tipis. Biji akan tumbuh setelah 4 hari kemudian.
Setelah umur 2-3 minggu, tanaman mulai disiang sanmbil dibuat guludan. Guludan dibuat dengan cara tanah di sepanjang barisan tanaman ditinggikan. Sambil tanah didangir, tanaman diperjarang. Caranya tanaman yang tumbuh kerdil dicabut dan yang subur ditinggalkan.
Setelah diperjarang, jarak tanaman menjadi 10-20 cm. Pada umumnya petani jarang memberikan pupuk buatan. Akan tetapi agar diperoleh hasil yang memuaskan, tanaman lobak sebenarnya perlu diberikan pupuk buatan.
Bagi masyarakat yang berjualan makanan di warung-warung atau restoran, bisa menggunakan lobak sebagai bahannya. Lobak juga memiliki nilai jual yang cukup tinggi di passaran.

 Jahe (Zingiber officinale), adalah tanaman rimpang yang sangat populer sebagai rempah-rempah dan bahan obat. Rimpangnya berbentuk jemari yang menggembung di ruas-ruas tengah. Rasa dominan pedas disebabkan senyawa keton bernama zingeron.
Di masyarakat barat, ginger ale merupakan produk yang digemari. Sementara Jepang dan Tiongkok sangat menyukai asinan jahe. Sirup jahe disenangi masyarakat Tiongkok, Eropa dan Jepang.
Di Indonesia, sekoteng, bandrek, dan wedang jahe merupakan minuman yang digemari karena mampu memberikan rasa hangat di malam hari, terutama di daerah pegunungan.
Adapun manfaat secara pharmakologi antara lain adalah sebagai karminatif (peluruh kentut), anti muntah, pereda kejang, anti pengerasan pembuluh darah, peluruh keringat, anti inflamasi, anti mikroba dan parasit, anti piretik, anti rematik, serta merangsang pengeluaran getah lambung dan getah empedu.

Penyiapan Bibit
Bibit bisa di dapat dari rimpang yang sudah bertunas yang kemudian dipatah-patah dengan tangan.
Sebelum ditanam, bibit harus dibebaskan dari ancaman penyakit dengan cara bibit tersebut dimasukkan ke dalam karung dan dicelupkan ke dalam larutan fungisida sekitar 8 jam. Kemudian bibit dijemur 2-4 jam, barulah ditanam.
Persiapan Lahan Budidaya Jahe
Pembukaan Lahan
Pengolahan tanah diawali dengan dibajak sedalam kurang lebih dari 30 cm dengan tujuan untuk mendapatkan kondisi tanah yang gembur atau remah dan membersihkan tanaman pengganggu. Setelah itu tanah dibiarkan 2-4 minggu agar gas-gas beracun menguap serta bibit penyakit dan hama akan mati terkena sinar matahari. Apabila pada pengolahan tanah pertama dirasakan belum juga gembur, maka dapat dilakukan pengolahan tanah yang kedua sekitar 2-3 minggu sebelum tanam dan sekaligus diberikan pupuk kandang dengan dosis 1.500-2.500 kg/Ha.
Pembentukan Bedengan
Pada daerah-daerah yang kondisi air tanahnya jelek dan sekaligus untuk encegah terjadinya genangan air, sebaiknya tanah diolah menjadi bedengan-bedengan engan ukuran tinggi 20-30 cm, lebar 80-100 cm, sedangkan anjangnya disesuaikan dengan kondisi lahan.
Pengapuran
Pengapuran dilakukan pada saat pembentukan bedengan. Pada tanah dengan pH rendah, sebagian besar unsur-unsur hara didalamnya, Terutama fosfor (p) dan calcium (Ca) dalam keadaan tidak tersedia atau sulit diserap. Kondisi tanah yang masam ini dapat menjadi media perkembangan beberapa cendawan penyebab penyakit fusarium sp dan pythium sp. Pengapuran juga berfungsi menambah unsur kalium yang sangat diperlukan tanaman untuk mengeraskan bagian tanaman yang berkayu, merangsang pembentukan bulu-bulu akar, mempertebal dinding sel buah dan merangsang pembentukan biji.
Rimpang jahe dapat digunakan sebagai bumbu masak, pemberi aroma dan rasa pada makanan seperti roti, kue, biskuit, kembang gula dan berbagai minuman. Jahe juga dapat digunakan pada industri obat, minyak wangi, industri jamu tradisional, diolah menjadi asinan jahe, dibuat acar, lalap, bandrek, sekoteng dan sirup. Dewasa ini para petani cabe menggunakan jahe sebagai pestisida alami. Dalam perdagangan jahe dijual dalam bentuk segar, kering, jahe bubuk dan awetan jahe. Disamping itu terdapat hasil olahan jahe seperti: minyak astiri dan koresin yang diperoleh dengan cara penyulingan yang berguna sebagai bahan pencampur dalam minuman beralkohol, es krim, campuran sosis dan lain-lain.

 Bengkuang atau bengkoang (Pachyrhizus erosus) dikenal dari umbi (cormus) putihnya yang bisa dimakan sebagai komponen rujak dan asinan atau dijadikanmasker untuk menyegarkan wajah dan memutihkan kulit. Tumbuhan yang berasal dari Amerika tropis ini termasuk dalam suku polong-polongan atau Fabaceae. Tumbuhan ini akan membentuk akar yang berbentuk melingkar dan beratnya bisa mencepai 5 kilogram. Kulit luarnya berwarna agak kekuningan, sedangkan daging buahnya berwarna putih. Kandungan utama dari buah ini adalah gula, pati, kalsium, dan fosfor.
Tumbuhan ini membentuk umbi akar (cormus) berbentuk bulat atau membulat seperti gasing dengan berat dapat mencapai 5 kg. Kulit umbinya tipis berwarna kuning pucat dan bagian dalamnya berwarna putih dengan cairan segar agak manis. Umbinya mengandung gula dan pati serta fosfor dan kalsium. Umbi ini juga memiliki efek pendingin karena mengandung kadar air 86-90%. Rasa manis berasal dari suatu oligosakarida yang disebut inulin (bukan insulin!), yang tidak bisa dicerna tubuh manusia. Sifat ini berguna bagi penderita diabetes atau orang yang berdiet rendah kalori.
Walaupun umbinya dapat dimakan, bagian bengkuang yang lain sangat beracun karena mengandung rotenon, sama seperti tuba. Racun ini sering dipakai untuk membunuh serangga atau menangkap ikan, terutama yang diambil dari biji-bijinya.[2]
Meski beracun, biji bengkuang pun dapat dijadikan bahan obat. Biji yang ditumbuk dan dicampur dengan belerang digunakan untuk menyembuhkan sejenis kudis. Sementara, di Jawa Tengah, setengah butir biji bengkuang dapat digunakan sebagai obat urus-urus. Keracunan biji bengkuang biasanya diatasi dengan meminum airkelapa hijau dan dapat digunakan untuk mempelancar buang air besar karena bengkuang mengandung serat yang lebih tinggi daripada mangga.
Persiapan.lahan
Lahan yang akan diusahakan tanaman Bengkuang terlebih dahulu diolah, yaitu dengan cara dicangkul. Cangkulan tanah harus baik dan halus, kemudian dibuat bedengan.Bedengan yang disbuat disesuaikan dengan keadaan lahan yangb ada, namun biasanya bedengan dibuat dengan lebar 1 meter, panjang 15 meter sampai 20 meter atau disesuaikan dengan keadaan lahan yang ada, tinggi bedengan 25 cm, jarak antar bedengan 50 cm. Bedengan yang telah dibuat kemudian diberkan pupuk kandang (pupuk organik) sebanyak 4 karung. Cara pemberian pupuk kandang yaitu diletakan atau dipasang pada barisan yang akan ditanami bengkuang dengan tujuan agar lebih hemat dan efisien.
Penanaman
Tanaman bengkuang diperbanyak dengan biji. Sebelum ditanam biji bengkuang sebaiknya diperlakukan, yaitu benih direndam selam 6 – 12 jam, selanjutnya benih yang telah direndam diangkat dan ditiriskan kedalam wadah atau bakul yang terlebih dahulu diberi alas dengan daun, dan diletakkan diruang yang lembab atau basah, kemudian dibiarkan selama satu malam atau sampai berkecambah.
Setelah berkecambah benih dapat ditanam pada lahan yang telah dipersiapkan. Penanaman bengkuang dengan cara menugalkan benih pada barisan dengan kedalaman 5 cm. Jarak tanam 15 x 15 cm yang setiap lubang tanam 1 biji benih bengkuang. Kebutuhan benih untuk lahan 1 ha adalah 25 – 30 kg.
Umbi bengkuang biasa dijual orang untuk dijadikan bahan rujak, asinan, manisan, atau dicampurkan dalam masakan tradisional seperti tekwan. Umbi bengkuang sebaiknya disimpan pada tempat kering bersuhu 12 °C hingga 16 °C. Suhu lebih rendah mengakibatkan kerusakan. Penyimpanan yang baik dapat membuat umbi bertahan hingga 2 bulan.

Gembili (Dioscorea,esculenta L., suku gadung-gadungan atau Dioscoreaceae) merupakan tanaman umbi-umbian yang sekarang sudah sulit dijumpai di pasar. Penanamannya masih cukup luas di pedesaan walaupun juga semakin terancam kelestariannya. Gembili menghasilkan umbi yang dapat dimakan. Umbi biasanya direbus dan bertekstur kenyal. Umbi gembili serupa dengan umbi gembolo, namun berukuran lebih kecil.
Tumbuhan gembili merambat dan rambatannya berputar ke arah kanan (searah jarum jam jika dilihat dari atas). Batangnya agak berduri.
Cara menanam gembili sama dengan cara menanam umbi jenis discorea lain, seperti uwi dan gadung.
Manfaat gembili adalah bisa dijadikan bahan pangan pengganti beras. Bisa dijadikan bahan makanan lain seperti roti. Dan bila dijual pun harganya lumayan.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar